Sabtu, 04 Agustus 2012

Sepeninggal Sahabatku ...

Tengah hari ketika pikiranku jelas sedang sangat kacau. Antara marah, kesal, dan muak. Seperti pasangan kebanyakan. Ya, aku sedang bertengkar dengan pasanganku. Pertengkaran yang hebat, belum lagi ditambah panasnya hari ketika siang itu. Seperti biasa saat aku sedang kesal, semua kulampiaskan dengan cara makan atau jajan sebanyak mungkin tanpa pernah aku hitung banyaknya. Asal aku puas atau bahkan sampai perut meledakpun aku tak peduli.
Ketika aku kembali dari warung itu, aku menerima telvon tak terjawab. Sebuah nomor asing yang sama sekali tak ku kenal. Aku coba telvon kembali, mungkin saja itu penting. Dan benar saja, itu berita terpenting sepanjang tahun ini. Bukan berita baik, justru buruk, berita terburuk yang sudah pernah ku alami sebelumnya. Sahabatku yang sudah seperti adik untukku, gadis hitam manis itu, Cut Intan Mutia, dia meninggal dunia. Awalnya aku masih tidak percaya. Bagaimana mungkin percaya, baru kemarin aku bersmsan dengan dia. Dengan tata bicaranya yg selalu berantakan, seperti biasanya. Antara percaya dan tak percaya, dengan tangan yang sudah dingin dan gemetaran, airmata yg segan untuk keluar, aku coba menenangkan diri dan mericek ulang berita aneh ini.
Setelah aku mandi dan hendak kerumah dukanya, aku coba berpikir ulang. Mungkin aku di kerjai oleh dia sendiri, yang ada dipikiranku saat itu, pasti dia sedang tertawa terbahak-bahak melihatku kebingungan dan menangis mendatanginya. Langsung saja aku menelvon ke nomornya langsung. Bukan dia yang mengangkat telvon itu, tapi kakaknya. Jelas saja aku kaget dan benar ternyata berita ini. Hanya yg aku sedikit kesalkan dari pertanyaan kakaknya, dia menanyakan teman mendiang yg lain. Bukan aku yg diharap untuk datang kesana, tapi orang lain. Tapi aku coba mengerti dan tidak memperdulikan perasaan kesal ini. Tanpa melihat baju yg ku kenakan, dan jilbab yg menor aku bergegas kerumah duka. Sesampainya di gang rumahnya, ku lihat jelas ada bendera merah yg semakin menguatkan kabar buruk itu. Tanpa sadar, aku bahkan sudah bukan berjalan, tapi berlari menuju rumahnya yg cukup jauh dari depan gang itu. Aku berlari tanpa peduli dengan orang di sekeliling yg mungkin menertawakan kebingunganku. Sesampainya disana, suasana yg sangat tak asing, suasana pedih yg lebih dari sekali aku alami. Ditutupi tenda duka dan suara yasin dari para ibu tetangganya. Yang aku lihat ketika didepan rumahnya hanya kaki yg tertutupi kain coklat batik dan selendang putih. Masi serasa tak percaya, selesai para ibu itu melantukan surat yasin dan alunan ayat lain aku beranjak masuk lewat pintu belakang rumahnya. Kudapati dia terbujur kaku didepan mataku, terlihat jelas di depan mataku. Kondisinya ditutupi kain putih bekas jilbab yg sering dikenakannya, aku hapal betul. Ingin kubuka selendang itu, tapi keberanianku masih tak cukup. Dan datang seorang ibu lalu membuka selendang itu, astaghfirullah jelas itu dia, benar itu dia, ingin rasanya aku menganggap bahwa aku sedang mimpi buruk dan akan terbangun dipagi hari tanpa perlu mengingat hal buruk itu. Tapi tak bisa, berkali aku memejamkan mata dan membukanya tetap sebujur tubuh tak bernyawa yang sudah dingin tertidur pulas dihadapanku. Dia.. sahabatku, sahabat yang sudah seperti saudara selama 2 tahun belakangan. Sahabat sejalan, satu pemikiran dan tujuan. Ini apa, aku kenapa, dia kenapa, ada apa dengan hari ini, apa salahku sampai aku harus datang dan melihat ini semua. Ribuan pertanyaan terotak di kepalaku. Menangis, nyaris meraung (lagi) aku diruang hening itu. Lemah seolah tak punya kaki untukku bertumpu. Baru 3 tahun aku bisa berdiri lagi sepeninggal orangtuaku, dan kini orang penting yang tersisa.. Sahabat yg paling mengerti semua kondisi terburukku. Dia yang tersisa dari beberapa orang penting yg cukup mengerti aku. Tapi... yang PALING MENGERTI HANYA DIA. Aku bingung, tak tau harus apa setelah ini, ingin rasanya aku menyusulnya dan ibuku. Mereka yg terpenting justru perlahan meninggalkan aku di dunia yg makin keras ini. Tapi tidak, aku harus tetap kuat, aku harus tetap punya masa depan, biar mereka meninggalkanku secara tubuh, tapi aku yakin mereka tetap hidup didalam hatiku. Mereka yang terpenting. Semua proses aku ikuti, mulai dari menyolatkan sampai di pemakaman. Ketika ia selesai di kafani, aku ikut masuk ke dalam dan melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Kulihat begitu indah, manis, sekilas hanya tampak seperti sedang tidur. Satu persatu keluarganya mencium kening dan pipinya yg sudah mendingin, begitu pula denganku, ku kecup hangat pipi kiri dan keningnya yang sangat dingin dan berharap bisa menghangatkan tubuhnya yg seperti membeku. Aku, sahabatnya dan kekasihnya. Saat termanis untuk terakhir, saar terakhir yang paling berkesan dan takkan pernah ku lupakan. Jujur sepanjang hidup aku tak suka di cium apalagi mencium perempuan. Ketika itu yg terotak di kepalaku, itu adalah ciuman pertama dan terakhir dariku untuknya. Ku sholatkan ia bersama sahabatnya yg ikut menemaniku. Kami hantarkan ia ke tempat peristirahatan terakhirnya. Pertama kali aku melihat sebuah tubuh manusia dimasukkan ke dalam tanah, hanya dia yg pertama dan kuharap pemakaman terakhir yg kuhadiri. Sakit, sesak dada ketika aku melihat tubuhnya di masukkan ke liang lahat itu. Aku berpikir apa rasanya didalam sepetak tanah yg dingin itu, dia pasti kesepian dan kedinginan. Tapi sudahlah, semua sudah ditetapkan oleh Allah. Dia sudah dipanggil oleh pemiliknya. Aku ikhlas meski masih merasa kebingungan hingga detik ini.
Masih banyak impian belum kami wujudkan. Yang selalu kuingat dari dia, dia hanya mau aku menikah dengan satu pria yang ia setujui keberadaannya dan karena menurutnya memang dialah yang pantas mendampingiku. Impian kami untuk menikah di hari yang sama. Impian panjang yang takkan pernah terjadi, karena salah satu pelakonnya sudah pensiun dari perannya.
Satu-satunya hal yang masih belum ku terima dari kepergiannya adalah pengertiannya. Tak ada satupun orang yang bisa sepengertian dia. Tak ada yang mengetahui baik buruknya sikapku selain dia. Tak ada yang bisa meminjamkan bahunya dan kembali membuatku tertawa seperti dia. Tak akan ada lagi yang bilang aku punya kembaran. Dan tak ada satupun orang yang bisa menggantikan posisinya.
Ya Allah ya rabb, aku titipkan dia bersama orang orang beriman yang memiliki tempat paling sejuk di sisi Mu. Titipkan ia bersama ibu dan ayahku di surga. Ampunkan semua dosanya dan terimalah semua hal baik yang pernah ia lakukan, baik padaku ataupun sahabatnya yang lain. Aku yakin dia sudah menjadi bidadari tercantik disana.. Dia yang sangat dicintai oleh banyak orang karena keramahan dan kebaikannya. Hey gek ku yang paling manja, sampai ketemu di taman indah surga nanti yah... Kelak ketika udah ketemu, kita harus tetap jadi sahabat paling bandel disana hihi :') Aku menyayangimu, adik ku...

Senin, 19 Maret 2012

love is the grace of

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu
Dalam lembaran penuh warna kehidupan, angan yang terpendam kan terwujud
Cita-cita yang tinggi kan tergapai, dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan
Itulah arti dari mencintai diri sendiri 

Jika kita mencintai seseorang kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita. Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memgang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah cinta. 

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakannya. 

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah di kecewakan, kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah di khianati, kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah disakiti sebelumnya, dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan. 

Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tersayang hingga dia meninggal dunia dan akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta yang tersimpan di benak kita. Sekarang, selagi ada hayatnya. 

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. 

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu padanya. Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadang kala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan bisa duri mawar itu menusuk jari. 

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi.

Kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati sehingga kita kehilangannya. Pada saat itu tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi. Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu di ungkit lagi. Sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati. 

Hati-hati dengan cinta karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kita benci tersimpan kebaikan didalamnya. 

Cinta kepada harta artinya baqhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup, cinta kepada Tuhan artinya taqwa. Lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkanlah pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti, pasti ia akan mati kelaparan. 

Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar caman yang bergemerincing. Cinta adalah keabadaian dan kenangan adalah hal terindah dalam cinta yang pernah dimiliki. Siapapun pandai menghayati cinta tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah sesuatu objek yang bisa didapat oleh kasat mata. Sebaliknya, cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan. 

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu membangkitkan yang mati dan menuipkan kehidupan padanya serta membuat membuat budak menjadi pemimpin, itulah dasarnya cinta. 

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan, jika tidak kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan dari dalam dirinya. Kita tidak akan pernah tau bila kita akan jatuh cinta, namun apabila sampai saatnya itu raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya. 

Cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah, tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat melihat dan menilai kesuciannya. Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. 

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir karena cinta sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan di dalamnya. Cinta itu seperti kupu-kupu, tambah dikejar tambah lari, tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kita tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih. Tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi, janganlah terburu-buru dan pilih yang terbaik. 

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah bilang "I love you" kalau kita tidak pernah peduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu untuk menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan kita hanya untuk berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak meneriap untuk menangkapnya.

Cinta bukan "ini salah kamu" tapi "maafkan aku"
bukan "kamu dimana sih" tapi "aku disini"
bukan "gimana sih kamu" tapi "aku ngerti kok"
bukan "coba kamu gak kaya gini" tapi "aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".

Kopatibilitas yang paling benar bukan di ukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama. Tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas. 

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan. Yang berat bukan bagaimana cara mengurangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana cara belajar darinya. Cara jatuh cinta, jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu. Memang, sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain. Tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita. 

Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kita dilimpahkan oleh kekasih. Tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tau apa yang sesungguhnya kita rasakan.Yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita dan kita sudah menghabiskan waktu yang banyak untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia berkata tidak maka ia tidak akan pernah berkata ya setahun lagi ataupun sepuluh tahun lagi, biarkan dia pergi.

Cinta adalah semangat, cinta adalah kepercayaan, cinta adalah energi yang tidak bisa di musnahkan, ia hanya bisa berubah bentuk. Cinta memang tak harus memiliki karena mencintai berarti memberi tanpa pernah meminta..