Senin, 26 Desember 2011

Experience

     Awal perjalanan yang indah dan selalu berujung menyakitkan, sampai pada saatnya mendapatkan yang baru lantas melanjutkan kembali hidup. Apakah berarti MELUPAKAN yang terdahulu ? Sama sekali tidak. Seperti yang kita semua ketahui, segalanya dalam hidup, baik rezeki, maut dan kehidupan ada di tangan Tuhan, semua berputar layaknya roda dan semua pasti pernah merasakan pahit manisnya kehidupan dalam segala aspek, baik materi ataupun hubungan. Yah dan inilah sedikit cerita tentang kisah terindah yang ga akan pernah saya lupakan.
     Semua berawal dari facebook. Yaa, sudah bertahun tahun saya hidup dalam dunia maya yang tak pernah jelas asal usulnya ini. Suatu hari di hari yang sangat biasa, saya sedang online seperti biasa, membuat status lalu chattingan. Ketika saya membuat status, tiba tiba saja ada seorang lelaki yang chat saya dan mulai berulah sesuatu yang membuat saya kesal. Yang saat itu ada dipikiran saya, "ini orang banyak tingkah, banyak tanya dan sangat sok tau". Ya, itulah permulaan perkenalan kami. Dia memulai segala sesuatunya dengan sangat menyenangkan dan selalu membuat saya santai serta nyaman saat mengobrol dengannya. Berhari-hari kami chattingan dan akhirnya mulai bertukar nomor hp. Awal smsan lalu mulai berani menelvon. Ternyata terasa lebih nyaman lagi ketika saya mendengarkan suara dan bercanda langsung dengan irama tawanya yang indah. Semua terasa baik, sangat baik. Berminggu kami kenal, saling curhat dan bertukar pikiran. Jalan pikir kami sama, begitu juga dengan selera kami. Kami begitu serasi dalam segala hal. 
Pada suatu malam saat saya dan dia telvonan, saat itu saya sangat mengantuk dan mulai memejamkan mata, sedangkan dia masih saja asyik sendiri bercerita tentang kehidupan dan hiruk pikuk kisahnya. Dia memanggil saya, saya memang mendengar tapi karena sudah tidak sanggup untuk terjaga saya hanya diam dan membiarkannya mencari cari saya. Bukannya mematikan telvon dia justru kembali bercerita namun kali ini bukan tentang kisahnya di kota seberang sana, tapi sesuatu yang lain, sesuatu yang menjadi awal kejutan kisah kami. Ya, dia mengutarakan perasaannya. Kala itu yang dia tau saya sudah tidur. Tapi karena saya mendengar dia masih berbicara, saya mencoba mendengarnya samar dibalik rasa kantuk yang luar biasa. Satu demi satu penjelasan dan kelebihan yang saya miliki di ungkapkannya. Senang, bahagia, dan jelas kaget luar biasa. Dia bukan hanya mengutarakan perasaannya sebagai sekedar suka atau simpati saja, tapi lebih dari itu. Dia sangat menyayangi saya, satu hal yang tak akan pernah saya lupakan. Tapi bagaimana mungkin. Saya bingung, sangat kebingungan. Karena dari awal kami berkenalan dia tidak menampakkan sedikitpun sinyal bahwa dia menyukai bahkan menyayangi saya. Yang saya tau dari awal kami kenal hanya sekedar teman dan akan seperti itu seterusnya. Tapi dia berbeda, dia sangat piawai memendam sesuatu. Saat itu saya hanya tertawa kecil agar dia tidak menyadari bahwa saya sudah mendengar perasaannya. Dan pada keesokan harinya, kami telvonan lagi. Ya, dia menganggap semua tidak pernah terjadi, karena yang dia tau saya sudah tidur malam itu. Tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk menanyakan hal ini padanya. Dia kaget setengah mati, malu gak ketulungan, belum lagi salah tingkah. Saya hanya tertawa melihat tingkah lucunya. Meski begitu, pada saat itu pula lah kami memulai kisah kami berdua. 
     Semua berjalan sangat baik, kami harmonis, kami romantis dan penuh cinta. Setiap hari kami lalui dengan saling mengisi satu sama lain. Indah, yah sangat indah. Satu bulan kami melakukan hubungan jarak jauh, dia di Aceh dan saya di Medan. Tidak terlalu jauh untuk ukuran kotanya, hanya seberang provinsi, tapi lain halnya kalau anda berpacaran dengan seseorang. Dan alhamdulillah kami tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Karena dia janji kalau dia pasti akan mendatangi saya, cepat atau lambat. Kemudian hari bahagia itu tiba. Sebulan setengah setelah kami jadian atau tepatnya pada awal bulan Mei dia ke Medan, dia ke kotaku, dia ke rumah tinggalku dan berdiri tepat di hadapanku. Kau tau rasanya ? Tak terbayangkan dan sangat tidak bisa di ungkapkan. Lelaki yang sangat kucintai, kubanggakan dan kuhormati ini sudah berdiri tepat di hadapanku. Orang yang ku kagumi hanya lewat gambar dua dimensi sekarang berada di depanku. Kaget, bahagia dan sangat sempurna. Dua minggu hari.harinya setiap hati di isi dengan waktu bersamaku. Kami tak ingin melewatkan sedetikpun kebersamaan kami. Sangat banyak tempat yang kami datangi. Kami sangat menyukai lapangan hijau dan luas. Lapangan Merdeka Medan, disanalah tempat favorit kami. Seolah kami penemu tempat itu, berhari hari kami selalu singgah hanya sekedar duduk berdua menatap langit malam di depan Tugu besar di Lapangan itu. Masih sangat segar di ingatanku, langit malam itu sangat cerah, tidak ada mendung, justru terhampar ratusan bintang yang menyempurnakan malam indah kami. Sepanjang malam kami duduk berdua, berbagi cerita satu sama lain. Kali ini bukan lewat barang eelektronik, namun tatap muka secara langsung. Tak berhenti ku pegang tangannya sambil bercerita dan ku bersandar pada bahunya. Hangat sekali saat itu, tak ada sandaran yang sehangat pundaknya. Berkali.kali dia mengelus kepalaku dengan penuh kasih, sayang dan cinta yang sangat penuh untukku. Sempurna, malam pertama kami yang sangat sempurna, malam pertama yang kami lewati di tengah bintang dan hamparan tanah hijau serta kerlipan sinar lampu kota yang sangat indah. Kami tertawa, menangis dan saling menasihati disana. Kami belajar banyak hal, kehidupan, keluarga, cinta kami, dan masa depan kami. Mungkin terlalu dini untuk membahas hal itu, tapi entah kenapa aku sangat yakin padanya. Pada janjinya dan rencana masa depan kami. Aku sangat meyakini bahwa dialah calon pendamping hidupku. Kami punya banyak kesamaan dalam banyak hal, dan satu hal yang paling penting, aku sangat mencintainya lebih dari apapun di dunia ini. Aku tidak punya seseorang yang ku perhatikan lagi, kedua orang tua yang sangat ku cintai sudah meninggal sejak aku sekolah. Dan ketika dia datang, semua menjadi sangat baik, padanya ku curahkan perhatian dan kasih sayang yang seharusnya kuberikan pada orang tua ku. Ketika dia muncul, ku pikir dialah satu satunya yang harus ku perjuangkan. Di malam terakhir kami bersama, dia memberikan kado pertamanya padaku. Sebuah kalung berbentuk hati yang terbelah dua. Masing.masing dari kami memiliki kepingannya. Dan dalam setiap kepingan bertuliskan nama panggilan sayang kami, "ENENG dan AKANG". Kami menyebut kalung itu, heartpieces. Aku sampai nyaris menangis ketika dia memberikan itu, malam itu juga salah satu malam yang sangat sempurna menurutku. Menjelang tengah malam, kami duduk berdua di taman bermain, dan dia berdiri di hadapanku untuk memberikan kejutan pertamanya padaku. Ku tatap matanya dan di berikannya semua kalimat sanjungan terindah serta kalung sempurna itu. Aku menangis dan memeluknya. Ya, keyakinan ku bahwa memang dia pendampingku semakin kuat dan keyakinanku bahwa aku serius mencintainya juga makin besar. Dua minggu terindah telah kami lewati bersama. Dia dan aku, hanya kami berdua dengan segudang pengalaman dan cerita kami. Ku biarkan dia pergi meninggalkanku jelas untuk kembali lagi. Aku yakin dia akan kembali dan bersamaku lagi mengulang hari.hari indah kami. Aku yakin itu. 
     Sepulangnya dia ke Aceh, bencana beruntun pun datang pada hubungan kami. Mulai dari saya yang selingkuh, dia yang mulai tak menaruh kepercayaan pada saya. Ya, awal bencana ini semua karena kesalahan saya. Kalau saja saya tidak mencoba bermain pada lelaki lain, saya yakin tidak akan pernah terjadi hal ini. Sebenarnya pada saat itu hubungan kami memang sedang sangat renggang. Entahlah, entah setan apa yang memasuki saya sampai saya dekat dengan pria lain. Tapi jujur sampai sekarang saya sangat menyesali petaka buruk itu. Meski mungkin penuh kemarahan akhirnya dia mau memaafkan saya dan kami melanjutkan hubungan kami. Tapi sayangnya sudah tidak seharmonis dulu, tidak seromantis dulu, dan tidak sepenuh cinta kasih seperti dulu. Sedikit saja saya melakukan kesalahan dia langsung menjudge ini itu. Traumatik, yah itulah yang di alaminya. Tak bertahan lama, bulan Agustus kami putus dan akupun mulai stress. 
     Dan semua kembali terjadi, seorang pria yang sangat baik menghampiriku dan memberikan pundaknya untukku menangis. Kagetnya, dia ternyata mencintaiku, sejak awal kami berkenalan. Ya, dia sangat mencintaiku. Dia baik, pengertian dan sangat tau semuanya tentang baik buruknya tingkah laku ku. Dia tau caranya menghadapi aku yang egois, dia tau cara menenangkan aku yang labil, dan dia sangat tau caranya membuatku bahagia. Aku bahagia bersamanya, tapi entah kenapa itu semua kosong. Semua yang kurasakan tanpa cinta. Hanya sayang, itupun sayang seperti saudara. Dari awal kami kenal kami menganggap satu sama lain hanya sebatas seperti saudara. Kami sangat dekat dari dulu, sudah setahun lebih kami saling mengenal. Padanya aku slalu mengadu tiap kali aku punya masalah, dan mungkin karena itu pula dia mengerti aku melebihi diriku sendiri. Dia pria yang sangat baik, tapi sayangnya saat kami menjalin hubungan perasaan itu kosong. Aku menganggapnya pacar, tapi hatiku tetap menganggapnya sebagai saudara. Karena itu yang tersugesti dari awal kami saling mengenal. Dan sampai sekarang pun hal itu tidak dapat ku ubah. Bagaimanapun besarnya dia berkorban, sehebat apapun pengertiannya terhadapku, aku tetap menganggapnya saudara. Dan akhirnya setelah sebulan mencoba menemukan perasaan yang jelas kosong itu aku memutuskan hubungan dengannya. Dia jelas tidak terima, tapi setelah kujelaskan duduk perkaranya akhirnya dia pun mau ku putuskan. Berat dan sangat tidak enak hati aku padanya. Tapi daripada ku lanjutkan, dia yang akan lebih sakit lagi. 
     Aku terpaku dan bertanya.tanya pada diriku sendiri, ada apa denganku. Kenapa pada lelaki yang begitu baik aku bisa membuangnya begitu saja. Dan ku temukan jawabannya, aku masih mencintai pria berambut ikal itu. Aku dan dia mulai kembali menjalin komunikasi. Kali ini berbeda, aku jauh lebih keras dari sebelumnya. Aku sudah sangat tidak tahan dengan jutaan kecurigaannya. Aku memutuskan untuk tidak lagi kembali dengannya. Kurasa aku lebih baik sendiri untuk saat itu. Aku berhasil, aku bisa tanpanya, aku bisa melupakannya dan benar.benar mandiri. Ketika dia datang kembali, tak ada sedikitpun perasaanku muncul untuknya. Aku sangat dingin saat berbicara padanya. Aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa melakukannya. Saat itu dia sadar kalau dia juga masi sangat mencintaiku. Dia meminta kembali, aku ragu dan pikiranku penuh dengan ketakutan akan kecurigaan dia padaku lagi. Sayangnya hatiku lebih mudah lebur daripada otak dan ketakutanku. Akupun mau untuk kembali dengan beberapa syarat tentunya. Aku tak mau hal serupa terjadi lagi pada hubungan kami. Aku bersedia kembali bukan karena apapun, alasanku hanya satu, sampai kapanpun aku yakin kalau dialah calon pendampingku, bahkan disaat aku sudah bisa tanpanya, aku tetap berpikir demikian. Kegilaan cinta dan kebodohan seorang perempuan dungu. Tapi aku tetap menjalaninya hanya karena alasan sederhana itu. Dugaanku benar, dia mengulang perbuatannya lagi, dia berulah lagi dan kami bertengkar hebat. Putus lagi dan lagi. Aku sudah berkali.kali mengalami hal ini, terlalu terbiasa. Ku ambil jalan santai meski tanpanya. 
     Muncul lagi seorang teman lama yang menembak lagi. Awalnya ingin ku tolak dengan penjelasan, aku belum terlalu mengenal dia yang sekarang. Tapi dia memaksa, dengan alasan waktu pacaran nanti aku bisa lebih mengenalnya. Aku sadar dari awal aku menjalaninya tanpa perasaan. Tapi ketika ku lihat usahanya untukku, akupun simpati. Dan mulai menaruh rasa padanya. Memang aku sempat menyayanginya, tapi itu hanya sebentar. Yang ku takutkan, dia hanya pelarian dari masa laluku. Pria ikal itu menjalin hubungan dengan perempuan yang ku kenal. Makin menjadi amarahku dan makin ku lampiaskan dengan menjalin hubungan bersama lelaki yg menembakku saat itu. Jalan sebulan bersama pria itu, sebuah insiden kecil terjadi dan saat itu juga aku memutuskan hubungan dengannya. 
     Sebenarnya seminggu sebelum aku memutuskan hubungan dengan lelaki itu aku sudah menjalin hubungan lagi dengan Pria ikal yang ku cintai itu, kami berhubungan secara diam.diam selama seminggu. Ku pikir ini gila, bagaimana mungkin aku bisa pacaran dengan orang yang tidak kucintai dan menomorduakan pria yang sangat ku cintai. Tapi mungkin ini karma untuknya karena pernah melakukan hal serupa padaku pada awal kami berpacaran. Ya, awal pacaran dari cerita indah ini, aku adalah selingkuhannya. Aku adalah yang kedua, tapi tetap di nomer satukan olehnya. Meski jadi yang kedua, aku tidak pernah merasa demikian karena ku yakin dia memang serius padaku. Lagi pula dia memperlakukanku dengan sangat baik dan tidak pernah mau mengungkit tentang "pacar asli" nya itu. 
     Akhirnya kami kembali menjalin hubungan. Sebulan terakhir, keharmonisan itu kembali. Tidak ada sedikitpun keraguan muncul dalam hatiku. Setiap hari kumanjakan dia dengan ciuman hangat setiap pagi dan perhatian yang penuh hanya untuknya. Masalah yang sama kembali lagi dan lagi terjadi. Dia mencurigaiku lagi,  tapi caraku menghadapinya kali ini berbeda. Kuturuti semua perkataannya, apa yang dia tidak sukai dariku ku coba lakukan semampuku. Semua pria yang mencoba dekat denganku dia tidak suka. Ku hapus nomer mereka dari pertemanan facebook. Padahal jujur aku dan mereka hanya sebatas teman, dan mereka tau kalau aku sedang berpacaran dengannya. Aku justru sering bercerita tentangnya, betapa aku sangat membanggakannya, betapa aku sangat mencintai sosoknya yang sudah berubah. Dia ku banggakan dihadapan semua orang. Tapi aku heran kenapa dia tak pernah sadar kalau aku sangat bangga pada dirinya, seolah harta karun, ku pamerkan dia pada semua orang di hadapanku. Meski begitu, tetap dia tidak suka jika ada lelaki yang dekat padaku. Aku turuti semua permintaannya. Perlahan aku mulai menutup diri dari orang lain, hanya demi dia yang sangat ku cintai. Aku tak ingin kebaikanku pada orang lain di anggap dengan tanggapan berbeda dan menimbulkan masalah baru pada hubungan kami. Puluhan temanku sudah mulai mengeluh, kenapa aku lebih tertutup dan terkesan menjauh dari mereka. Dengan ribuan kata maaf, aku beralasan jujur pada mereka, "semua demi dia". Tak ada satupun kegiatanku yang tak ku laporkan padanya. Mulai dari membuka mata sampai aku terlelap kulaporkan yang terjadi seharian penuh padaku. Pada sampai suatu ketika selesai dia sidang untuk perkuliahannya, aku hanya sedang stres karena masalah keluarga. Aku mengadu padanya dan sekedar ingin di tenangkan pikiranku. Dan reaksi yang dia berikan justru sebaliknya, dia marah dan mulai mengalihkan topik pembicaraan ke arah lain. Ku coba tenangkan keadaan dengan mengajaknya mengobrol di facebook. Aku tertegun ketika melihat perempuan binal yang di ceritakannya padaku. Darahku mendidih seolah teringat cerita buruk tentangnya dan perempuan itu. Perempuan itu adalah mantannya dan mereka melakukan hal di luar batas yang sangat ku benci. Ketika dia mengakui hal itu jujur aku luar biasa marah, ingin membunuhnya dan perempuan itu, tapi tak terbersit sedikitpun pikiran untuk meninggalkannya. Aku mencintainya dan seharusnya itu jadi alasan terkuat kenapa aku tidak boleh memutuskan hubungan dengannya. Apapun keadaannya, aku harus tetap bertahan dengannya. Alasan kemarahanku sebenarnya bukan wanita itu tapi yang lain. Dia yang dulu bilang malas untuk wall to wall pada orang lain melanggar kata.katanya sendiri. Padahal deminya aku tutup dinding supaya tidak ada lagi yang menggangguku dengan sejuta kecaman yg akan mengganggu hubungan kami. Tapi kenapa dia melanggar omongannya sendiri. Dia berkenalan dengan wanita itu. Yang tadinya sudah reda malah di naikkan lagi dengan kelakuannya. Aku mencoba bertanya baik.baik padanya dan reaksinya ? Marah, dan justru memaki ku. Dia bilang kalau dia jijik pada kata.kataku. Aku hanya menyampaikan yang kurasakan. Aku tau aku punya salah di masa lalu yang selalu jadi pemicu pertengkaran kami. Tapi kenapa itu harus selalu dijadikan dasar pertengkaran kami. Aku sudah mencoba berubah, Tidak ada satu lelakipun yang ku dekati apalagi mencoba dekat denganku, jikapun ada selalu ku tolak dengan berdiam diri di rumah. Aku seperti perempuan bodoh. Bodoh karena aku sangat mencintainya. Dia marah, aku tidak terima dan akhirnya putus. Dan itulah yang terjadi sampai detik ini. Aku tau aku banyak salah padanya, tapi apa stock maafnya sudah habis sampai hati dengan ringannya mengucap putus padaku. Aku selalu mencoba memperbanyak stock sabarku demi dia. SEMUA DEMI DIA. Dengan kondisi seperti ini aku muak, aku lelah, aku buntu. Banyak pertanyaanku untuknya, tapi tetap tak satupun pertanyaanku yang bisa di jawab olehnya. Sama seperti awal pertama kami kenal, dia terlalu piawai menutupi sesuatu. Ntah apa yang di tutupinya. Ku harap tak sama seperti yang ku pikirkan. Pikiran terburuk. Semoga.. 

justSHARE

Rabu, 21 Desember 2011

LDR itu ...

LDR atau Long Distance Relationship adalah hubungan jarak jauh yang belakangan sedang trend di kalangan anak remaja ataupun orang dewasa sekarang. Banyak alasan mereka mau melakukan hubungan rumit ini. Bagi sebagian besar remaja yah mungkin hanya untuk mengikuti trend sedang ada, dan sebagian lagi yah mungkin karena tuntutan dari perkuliahan atau pekerjaan yang harus memisahkan jarak mereka. Memang saya akui sangat sulit untuk menjalani hubungan yang sangat komplikasi ini. Jujur, saya pun sedang mengalaminya dan berdasarkan pengalaman saya ternyata memang sangat rumit dan butuh tenaga ekstra dalam menjalaninya. Sangat berbeda dengan hubungan biasa yang di jalani pasangan yang satu daerah atau satu kota. Banyak hal yang harus kita samakan satu sama lain dengan pasangan dan kesabaran akan sangat di uji pada pasangan yang memilih hubungan seperti ini. Ya, kesabaran, kepercayaan dan keyakinan. Tiga hal umum yang sangat kompleks serta rawan terjadi pada pasangan LDR. Sedetik saja lost contact darinya rasanya seperti dia hilang selama menahun. Tentunya komunikasi juga sangat penting, tapi dengan komunikasi yang berlebihan juga dapat berdampak buruk pada hubungan yang di jalani. Bisa saja salah satu pasangan merasa bosan padanya karena terlalu sering menghubunginya. Terlalu over protective sangat wajar dalam hubungan ini, tapi perlu di ingat juga, tidak semua pasangan suka akan hal yang satu ini. Wajar kekhawatiran itu ada, apalagi kita tidak tau sedang apa, bersama siapa dan kemana dia pergi. Tapi setidaknya bicarakanlah dengan kepala dingin dan jangan pernah membuat pasangan kita jadi muak karena terlalu "diburu" oleh segudang pertanyaan itu. Kepercayaan sangat di butuhkan dalam hubungan ini, dan menurut saya sih masih jauh lebih penting menjaga diri masing.masing dari berbagai macam godaan dari lingkungan masing.masing. Pengalaman saya, hal ini sangat rawan terjadi dan tentunya bisa berakibat fatal pada hubungan jika salah satu ada yang mencoba untuk menjalin hubungan dengan orang lain pada saat LDR tersebut. Dan terakhir, pertemuan. Apa pertemuan itu perlu.? Jawaban paling tepat adalah YA. Ini sangat penting, karena memang sudah kewajiban bagi kita untuk tau masing.masing asal usul keluarga dan diri kita. Apalagi jika niat dari hubungan ini adalah komitmen yang serius. Kalau hanya untuk main.main yah tidak diadakan pertemuan pun tidak akan menjadi masalah berarti. Tapi untuk pasangan LDR seperti saya hal ini sangat di perlukan karena hubungan yang saya jalani saat ini adalah komitmen serius dan berencana besar untuk masa depan. Memang apapun rencana yang sudah dibuat oleh manusia, hanya Tuhan yang mampu mematahkan rencana kita dengan rencana yang sudah di buatnya. Tapi tidak ada salahnya menyusun masa depan mulai dari sekarang. Dan buat teman.teman, apapun komitmen hubungan yang kalian buat dan kalian niatkan, hargailah setiap hubungan itu, baik LDR atau bukan. Karena cinta butuh di hargai, bukan dijadikan permainan. 


Believe ? Whatever (: 

Senin, 19 Desember 2011

Love is ...

Cinta, sesuatu yang tak pernah "nyata" wujudnya namun semua orang pasti pernah merasakannya. Yah, mereka memang indah, awalnya .. tapi saat bertemu dengan titik akhir mereka seolah sangat tak bersahabat denganmu. Semua persepsi orang hampir demikian seperti itu. Tapi apapun maknanya, yang pasti cinta lah yang membuat semua orang merasakan pahit getir kehidupan, baik dalam keluarga, hubungan antar pasangan dan sahabat. Kali ini saya lebih membahas tentang bagaimana cinta pada sebuah pasangan yang benar.benar mensyukuri dan mengerti makna cinta. Ga ada di dunia ini yang semuanya "selalu" indah. Sama seperti kehidupan, ada naik dan turunnya, masing masing punya rotasi nya sendiri. Begitu pula dengan cinta pada hubungan sepasang manusia.
Saat kau merasakan cinta, adalah saat kau menatapnya dengan tatapan yang dalam dan sama sekali tidak dapat kau lepas pandangan matamu darinya. 
Saat kau merasakan cinta, adalah saat kau mencoba tidak memikirkannya tapi hatimu melawan perintah dari pusat otakmu. 
Saat kau merasakan cinta, adalah saat kau berada di dekatnya kau merasakan hangat dan kenyamanan yang sangat terasa, membuatmu tak pernah ingin jauh darinya. 
Saat kau merasakan cinta, adalah saat kau ingin melindunginya dari semua yang berniat jahat padanya, menjaganya seperti halnya kau menjaga ibumu. 
Saat kau merasakan cinta, adalah tanpa kau sadari kau telah berkorban banyak namun menurutmu itu tak seberapa besar dibandingkan besarnya cintamu ke dia. 
Saat kau merasakan cinta, adalah kemarahan luar biasa saat kau tau bahwa dia jalan bersama pria lain yang kau tak tau asal usulnya. 
Saat kau merasakan cinta, adalah sakit di dada ketika kau melihat dia beranjak pergi dari hadapanmu karena keputusannya yang sangat memberatkanmu yang jelas sangat mencintainya. 
Saat kau merasakan cinta, adalah air mata yang jatuh bukan karena kau cengeng, tapi kenyataannya memang kau terlalu mencintainya dan itulah caramu menggambarkan perasaan saat kau kehilangannya. 
Saat kau merasakan cinta, adalah hal tersulit ketika kau diharuskan melupakan orang yang kau cintai, terlebih dia sudah menjadi milik orang lain. 
Saat kau merasakan cinta, adalah saat terbodoh yang mungkin kau pikirkan sewaktu kau lebih memilih untuk menunggunya sampai ia benar.benar siap untuk kembali padamu meski dia sudah di tangan orang lain. 
Saat kau merasakan cinta, adalah bahwa kau sadar dia adalah anugerah dan tak ada yang salah ketika kau harus menunggu jauh lebih lama dari perkiraanmu. 
Saat kau merasakan cinta, adalah jutaan kata maaf yang selalu tersedia untuknya ketika ia sadar bahwa memang hanya kau lah yang tulus dan serius padanya. 
Ya, ini bukan bodoh, tapi inilah cinta. Cinta yang benar.benar tulus dan HANYA SATU CINTA. Saat kau merasakan CINTA adalah saat kau tau bahwa hanya dia yang kau CINTAI dan benar.benar HANYA DIA. 


True Love ? Who knows :') 

Jumat, 16 Desember 2011

Fakta-fakta Penting Tentang 21 Desember 2012

Sejak tahun lalu kita di gegerkan dengan berita tentang ramalan kiamat pada tahun 2012 oleh Suku Maya. Banyak sumber yang menyebutkan kalau Suku Maya meramalkan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012 berdasarkan kalender suku mereka. Mereka menggambarkan kiamat yang terjadi pada tahun depan seperti tabrakan antara meteor dengan bumi atau banyak yang menyebutnya dengan Nibiru. Banyak sekali sumber yang membuat skema dan contoh kejadian persis sama seperti yang di ramalkan para Suku Maya tersebut. Bahkan karena kehebohan berita itu, para pelakon seni dunia Hollywood membuat film tentang gambaran kiamat di tanggal tersebut. Ya, jelas film itu laku keras di pasaran karena mereka membuatnya di tengah kehebohan yang sedang terjadi di seluruh penjuru dunia. 
Entahlah, kita memang tidak boleh mendahului Tuhan yang jelas telah menentukan kapan kiamat akan tiba. Kita memang seharusnya tidak pernah tau. Tapi berdasarkan beberapa sumber dan berita yang pernah saya baca, menurut para Astronom dan peneliti lainnya yang terjadi di tahun tersebut bukan lah kiamat. Tapi lebih seperti bencana alam yang mereka sebut "Solar Storm / Badai Solar / Badai Matahari". Badai Solar atau Badai Matahari adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari. Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan pada tahun 2012 sebab bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusakanya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina”, dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya. Semakin kuat badai solar bisa mulai pada awal tahun ini atau akhir 2008 dan 2012 adalah puncaknya. Ilmuwan Amerika Serikat memperingatkan bahwa, pada 2012 badai matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia, yang akan mempengaruhi setiap aspek pada masyarakat modern sekarang. Para ahli yang mengeluarkan peringatan mengatakan, dampak badai matahari pada bumi kemungkinan adalah “efek domino”. Coba pikirkan, bila jaringan listrik menjadi rapuh dan tidak stabil, hal-hal yang berhubungan dengan bisnis pasokan listrik juga akan menjadi korban, peralatan refrigeration berhenti, makanan dan obat-obatan yang tersimpan dalam ruang berpendingin dalam jumlah besar akan kehilangan kondisi penyimpanan dan rusak, pompa tiba-tiba berhenti berfungsi, air minum pada masyarakat akan menjadi masalah. Semua masalah ini akan berakibat buruk jangka panjang. Untuk pemulihan kembali semua fasilitas kira-kira membutuhkan waktu 4-10 tahun. Bisa di bayangkan bagaimana buruknya dampak dari Badai Solar ini. 
Mungkin memang bukan kiamat besar seperti yang sedang gencar di bicarakan banyak orang. Tapi lebih seperti kiamat kecil namun tetap berdampak sangat buruk bagi seluruh umat manusia. Sebagian isi blog ini memang re-post dari beberapa blog dan sumber media yang pernah saya baca. Tapi sekali lagi ini hanya fakta yang saya kumpulkan dari banyak sekali sumber, baik itu media televisi ataupun internet. Pesan terpenting dalam postingan kali ini, beberapa dari kita mungkin ada yang takut dengan kedatangan tahun baru nanti karena pemberitaan ini, tapi justru ini semua adalah teguran dari Tuhan untuk kita agar lebih menjaga Bumi yang sudah renta ini. Terlebih lagi kita juga harus memperbaiki diri dan memulai semua untuk kembali ke jalan Tuhan sesuai ajaran dan keyakinan agamanya masing-masing. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan saat mengetahui fakta ini adalah terlambat.? Sama sekali tidak. Tidak pernah ada kata terlambat untuk kembali ke jalan Tuhan. Jadi, jaga Bumi dan diri sendiri demi menghadapi segala kemungkinan di masa depan sekedar untuk bekal ketika tiba saatnya nanti yang entah kapan itu, tapi tetap pasti akan datang masa dimana kita semua akan musnah. Kiamat dan kematian tidak ada bedanya, sekarang atau nanti kita meninggal, semua pasti akan kita jalani dan itu pasti datang kepada kita tanpa kita minta. Just keep spirit and stick to God, guys :) 


Jumat, 09 Desember 2011

Kehidupan Sempurna yang Di Impikan Semua Manusia

Sedari lahir semua manusia sudah mendapat "jatah" takdir mereka masing.masing. Termasuk anda, saya dan mereka. Kita semua sama, bernaung dalam dunia dan planet yang sama. Namun sayang, takdir kita berbeda. Ya, ada yang beruntung dan ada yang buntung. Banyak yang bilang "dunia berputar, begitu pula dengan nasib." Baiklah, saya akui pernyataan singkat tersebut ada benarnya. Tapi banyak dari kita yang "tidak sadar" akan satu hal penting, yakni "syukur". Sebagian menganggap, "apa bernasib sial selamanya harus di syukuri.? anda bodoh !" Yah mungkin kedengarannya konyol, tapi begitulah yang tertulis dalam Hadis Nabi dan buku suci Al-Qur'an. Apapun yang kita dapati dari Tuhan, harus slalu kita syukuri. Sial seumur hidup itu mustahil. Mereka yang menganggap sial nasibnya hanyalah segelintir orang yang tidak pernah mengerti makna bersyukur. 


Yah memang, lebih munafik lagi ketika kita atau saya sendiri saja, tidak ingin kehidupan yang sempurna. Semua manusia, siapapun itu, baik Lady Gaga, Bruno Mars, Barrack Obama, SBY, terutama rakyat kecil yang bernasib malang. Seperti apa sih kehidupan sempurna yang di inginkan semua orang.? Entahlah, tapi kalau Kehidupan Sempurna VERSI SAYA, yah seperti beberapa hal di bawah ini : 
1. Bukan hidup mewah yang bergelimang harta (bukan munafik) tapi cukup untuk bekal masa depan anak.anak saya nanti. (AMIN)
2. Memiliki keluarga besar yang sempurna, dengan masih adanya ayah, ibu, kakak, dan abang yang berlaku baik pada saya. (sayangnya ayah dan ibu sudah tiada dan malangnya kaka dan abang saya tidak seperti yang saya harapkan) 
3. Memiliki masa depan yang baik, tidak perlu secerah bintang, cukup seperti harapan orang tua. 
4. Memiliki pekerjaan yang pantas dan pekerjaan yang tetap menerima saya sampai saya menikah dan punya anak kelak. (ajaran ibunda, bekerjalah meski kau telah menikah, biasakan menjadi wanita mandiri) 
5. Memiliki pendamping hidup yang baik, bisa menerima segala keadaan, bukan hanya apa yang terlihat di mata, tapi juga bisa menerima yang tidak terlihat oleh mata. 


Memang benar tidak ada istilah "Hidup bahagia SELAMANYA". Itu hanya ada di negeri dongeng, bukan dunia nyata yang sedang kita jalani saat ini. Tapi adalah hal yang wajar ketika kita "bermimpi" memiliki kehidupan yang bahagia. Yah, mungkin ini hanya sepenggal konteks ringan yang berisi keluh kesah dan impian seorang perempuan biasa, tapi memang inilah IMPIAN hidup saya. Terwujud atau tidaknya semua keinginan ini, hanya Tuhan yang tau. Tapi setidaknya saya harus tetap memperjuangkan sedikit takdir itu untuk di ubah menjadi lebih baik, dan tentunya bisa seperti yang saya dambakan. 


#shareDREAM