Sabtu, 23 Oktober 2010

hujan

rintikan titik air yang jatuh dari langit bumi
peristiwa terindah yang pernah terjadi dalam hidup semua insan.
melihat tetesan hujan terasa tenang hati dan jiwa.
aroma khas hujan saat pertama kali turun ke bumi,
menenangkan pikiran setiap orang.

begitu pula halnya dengan ku.
menikmati pemandangan yang tenang dan tentram
mencoba menutup mata, dan menikmati suara titik.titik hujan.
menghirup aroma hujan dan menghilangkan semua kepenatan yang ada.

hilang semua beban pikiran saat hujan turun.
ingin rasanya hujan ini terus turun, tak ingin berhenti.
meski slalu muncul pelangi yang indah di setiap waktu ketika hujan berhenti, 
aku lebih senang jika hujan ini terus membasahi bumi.

hujan, tetap lah disini..
menemani sepi ku.
sepi hati ku. ^^

Jumat, 22 Oktober 2010

tatapan

matamu, tatapanmu.
menusuk jantung ku. 
tatapan mu begitu dalam dan tajam.
sebuah tatapan yang mengartikan berjuta makna.


matamu, menyakitkan hatiku.
tatapan mu seperti menyampaikan sebuah pesan singkat yang berisikan kalau kau sangat sedih.
sedih yang mendalam. 




aku memang sudah melupakan mu kini.
meski belum lupa sepenuhya.
aku masih menyayangi mu.
masih belum jelas memang, aku menyayangi mu kini sebagai apa.
entah teman atau masih terasa lebih.


firasat ku sih mengatakan lebih.
aku masih menyayangi mu, lebih dari teman.
argh, tak ingin aku seperti ini.
ingatan tentang mu terlalu melekat di otak ku.


aku masih menginginkan mu.

Jumat, 15 Oktober 2010

jenuh

entah mengapa, rasa ini datang kembali.
ga seharusnya aku merasa ini.
dia telah aku cintai kini.
tapi..
aku sekarang merasa jenuh, sangat jenuh.
perasaan yang wajar pada setiap masa pacaran. 
belum genap sebulan udah terasa capek.
tiap malam telvonan sampai tengah malam.
capek rasa_a. 



ingin banget, sehari ga telvonan sama dia.
tapi ga mungkin.
dia ga bisa kalo ga denger suara ku sehari ajah.
huhh, bosan aku dengan mu.
dengan semua bahasa cinta mu.
jenuh, bosan, penat.
semuanya. :(

Kamis, 07 Oktober 2010

melepasnya

dalam sunyinya malam, seorang gadis bernama rhani tengah menunggu seseorang yang sangat dia nantikan kehadirannya. dia hanya termenung sepi yang menggelayuti dirinya. menit demi menit ia lalui dengan bersabar. demi menanti saat bertemu dengan sang kasih, dia rela terbangun dari tidur lelapnya. ia sangat meyakini akan datangnya sang pujangga. 

di tengah kelamnya pekat hitam karena hari yang semakin larut, ia tersadar bahwa malam semakin menjadi. jarum di jamnya telah menunjuk ke angka 3. astaga! sudah jam 3 pagi. dia semakin merasa gelisah menunggu datangnya sang kasih, dia takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada lelaki itu. lelaki yang sudah membuatnya merasakan indahnya kasih dan sayang yang tiada taranya, serta cinta. cinta yang membuatnya tidak ingin merasakan hal lain selain cinta. dia semakin gugup dan takut. 

namun tanpa ia sadari, dari balik punggungnya telah menunggu seorang yang dia nanti. ia datang!! lelaki itu. lelaki yang membuatnya merasakan cinta, kasih dan sayang. lelaki yang sudah mengajarkan jutaan hal terindah dalam hidupnya. lelaki yang sudah menjadi bintang dalam hidupnya. dia bahagia, senang bahkan tak dapat lagi di ucap hanya dengan sebuah kalimat indah yang mempesona. di peluknya lelaki tampan itu. lalu dia mengurai air mata di dalam peluk sang kasih. hanya satu kata yang keluar dari bibir sanga gadis. rindu. sang pujangga hanya tersenyum lirih dan kembali memeluknya dengan hangat tubuhnya. 

saat pelukan itu terlepas, sang gadis ternyata baru menyadari bahwa lelaki itu bukan sang pujangga hatinya. dia lelaki lain. dia sahabatnya, Varo. dia marah, dia meledak, dia tumpahkan semua kekesalannya pada sahabatnya itu. Vharo hanya bisa diam, tak dapat berbicara apapun. sama sekali. setelah emosi Rhani mereda, Vharo mulai membuka bibirnya. dan berkata, "cukup semuanya.. lupakan dia.. jangan pernah mengingatnya lagi.. dia sudah pergi jauh.. dan gak akan pernah kembali.. sadarlah rhani!!". Rhani hanya terdiam, kembali temenung. lalu menitikkan air matanya, lagi entah untuk yang keberapa kalinya setelah kepergian sang pujangganya, Nino. lelaki yang telah mengajarkan segalanya padanya. indah nya hidup dan cinta kasih. 


dalam isak tangisnya, dia kini hanya berkata "aku hanya merindukannya, tak lebih. aku hanya rindu, sangat rindu. rindu yang membuat dadaku terasa sesak."  dan Vharo berkata "ingatlah, dia hanya bagian dari masa lalu mu. lupakan dan lepaskan dia. ikhlaskan dia pergi. maka dia akan bahagia di sana." dan kemudian setelahnya, Rhani memeluk sahabatnya sambil tersenyum tipis sambil berkata, "tidak mudah melepaskannya dari otakku. dan aku juga tak akan pernah melakukannya. tapi aku akan mengikhlaskannya, dia dan kepergiannya yang telah jauh meninggalkanku. karena aku, sangat mencintainya. selalu."