Jumat, 09 Desember 2011

Kehidupan Sempurna yang Di Impikan Semua Manusia

Sedari lahir semua manusia sudah mendapat "jatah" takdir mereka masing.masing. Termasuk anda, saya dan mereka. Kita semua sama, bernaung dalam dunia dan planet yang sama. Namun sayang, takdir kita berbeda. Ya, ada yang beruntung dan ada yang buntung. Banyak yang bilang "dunia berputar, begitu pula dengan nasib." Baiklah, saya akui pernyataan singkat tersebut ada benarnya. Tapi banyak dari kita yang "tidak sadar" akan satu hal penting, yakni "syukur". Sebagian menganggap, "apa bernasib sial selamanya harus di syukuri.? anda bodoh !" Yah mungkin kedengarannya konyol, tapi begitulah yang tertulis dalam Hadis Nabi dan buku suci Al-Qur'an. Apapun yang kita dapati dari Tuhan, harus slalu kita syukuri. Sial seumur hidup itu mustahil. Mereka yang menganggap sial nasibnya hanyalah segelintir orang yang tidak pernah mengerti makna bersyukur. 


Yah memang, lebih munafik lagi ketika kita atau saya sendiri saja, tidak ingin kehidupan yang sempurna. Semua manusia, siapapun itu, baik Lady Gaga, Bruno Mars, Barrack Obama, SBY, terutama rakyat kecil yang bernasib malang. Seperti apa sih kehidupan sempurna yang di inginkan semua orang.? Entahlah, tapi kalau Kehidupan Sempurna VERSI SAYA, yah seperti beberapa hal di bawah ini : 
1. Bukan hidup mewah yang bergelimang harta (bukan munafik) tapi cukup untuk bekal masa depan anak.anak saya nanti. (AMIN)
2. Memiliki keluarga besar yang sempurna, dengan masih adanya ayah, ibu, kakak, dan abang yang berlaku baik pada saya. (sayangnya ayah dan ibu sudah tiada dan malangnya kaka dan abang saya tidak seperti yang saya harapkan) 
3. Memiliki masa depan yang baik, tidak perlu secerah bintang, cukup seperti harapan orang tua. 
4. Memiliki pekerjaan yang pantas dan pekerjaan yang tetap menerima saya sampai saya menikah dan punya anak kelak. (ajaran ibunda, bekerjalah meski kau telah menikah, biasakan menjadi wanita mandiri) 
5. Memiliki pendamping hidup yang baik, bisa menerima segala keadaan, bukan hanya apa yang terlihat di mata, tapi juga bisa menerima yang tidak terlihat oleh mata. 


Memang benar tidak ada istilah "Hidup bahagia SELAMANYA". Itu hanya ada di negeri dongeng, bukan dunia nyata yang sedang kita jalani saat ini. Tapi adalah hal yang wajar ketika kita "bermimpi" memiliki kehidupan yang bahagia. Yah, mungkin ini hanya sepenggal konteks ringan yang berisi keluh kesah dan impian seorang perempuan biasa, tapi memang inilah IMPIAN hidup saya. Terwujud atau tidaknya semua keinginan ini, hanya Tuhan yang tau. Tapi setidaknya saya harus tetap memperjuangkan sedikit takdir itu untuk di ubah menjadi lebih baik, dan tentunya bisa seperti yang saya dambakan. 


#shareDREAM 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar